Sabtu, 20 Oktober 2012

Rasa itu...

Suatu waktu kita pernah bersama menatap indahnya langit pagi di suatu pantai. Aku pengggila warna biru, dan kau sangat suka dengan warna kuning. Ya....aku ingat betul, pada waktu itu langit memberi dua warna itu. Warna biru dan semburat warna kuning keemasan. Ah....indah sekali memang ketika langit di dominasi warna-warna itu dan beriringan mengawali hari. Angin pun menyapa dengan sopan di wajahku. Burung-burung terbang dengan anggunnya.

Kau tak henti-hentinya menatap lurus ke cakrawala. Entah apa yang ada di pikiranmu saat itu. Sesekali alismu mengernyit dan pandangan matamu menajam. Tapi sesaat kau menoleh ke arahku dengan sungggingan senyum yang kau miliki. Senyum yang paling indah yang pernah ku temui. Aku pun membalas senyumanmu itu. Aku mencoba menikmati setiap detik yang ada waktu itu. Tapi sekali lagi kau menoleh ke arahku. Aku pun tersenyum lagi kepadamu.

Aku berpikir, mungkin kau sangat menikmati suasana pagi hari di pantai ini. Aku pun berkata , "Sungguh indah pagi hari ini sayang". Kau pun menoleh sambil menganggukkan kepala, tapi kulihat lagi dahimu mengernyit. Lalu kau pun menatap lurus lagi ke arah cakrawala.

Saat aku memejamkan mata dan mencoba menarik nafas panjang, kau menepuk pundakku dan berkata, "Sampai kapan kita di sini? aku sudah lapar dari tadi".

Aaalaaaaamaaaaak.......ternyata sedari tadi kau mengernyitkan dahi karena kau menahan lapar..........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar